beritadunesia-logo

Seren Taun

Budaya ini dilaksanakan oleh masyarakat Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar, desa Sirnaresmi, kecamatan Cisolok, kabupaten Sukabumi setiap bulan Agustus.

Seren Taun berarti menyerahkan hasil bumi berupa padi yang diperoleh dalam kurun waktu satu tahun untuk disimpan di leuit. Tujuan dari upacara ini adalah sebagai ungkapan rasa syukur, rasa hormat, serta ungkapan terima kasih kepada Tuhan YME dan Dewi Sri atas panen yang telah diperoleh. Pada hari H, barisan peserta upacara berangkat bersama-sama dari sebuah lapangan terbuka ke depan Leuit Si Jimat. Barisan itu antara lain: ujungan/gebotan, juru rajah, pembawa pare bapa dan pare indung, pemungut padi yang tercecer, pembawa rengkong, alat-alat lembur, dan kesenian tradisional yaitu toleat, dogdog lojor, jipeng, angklung gubrag, dan ujungan. Upacara dimulai dengan ngukus (membakar kemenyan), kemudian ngadiukeun pare (memasukkan padi ke leuit) oleh Abah dan Ema Anom, pembantu utama Abah dan Istri, serta dua orang saksi.

Sumber : http://www.disparbud.jabarprov.go.id